Tempe - Tahu itu selalu identik dengan makanan yang murah terjangkau dan mudah didapat, diolah apa saja selalu nikmat, tua - muda - kaya - miskin selalu menyediakan makanan tersebut dimeja makan secara berkala dan berkesinambungan.
Mungkinkah tempe mendoan, tahu gejrot, tempe - tahu bacem, orak-arik tempe, gorengan tahu - tempe, dan segala macam jenis makanan yang berbahan tempe - tahu hanya akan kita nikmati pada saat lebaran dan hari-hari spesial saja karena sudah bukan menjadi makanan rakyat lagi alias kemahalan dan menjadi barang elit?
Kenaikan upah pekerja belum lagi kita rasakan tapi kenaikan harga bahan kebutuhan sudah melejit engga karuan? andaikan para wakil rakyat lebih banyak berkelamin perempuan mungkin tidak akan terjadi hal seperti sekarang ini? Di setiap mengambil segala keputusan, mereka pasti akan melakukan cheking terlebih dahulu, untung ruginya lama ditelaah, mencari yang termurah dan terbaik dalam hal apapun, menimbang sedemikian alot dalam menentukan pilihan seperti hendak membeli barang dipasar, menawar sampai sesuai dengan kehendak yang mereka inginkan. Dan pastinya korupsi tidak akan mencengkram kuat dan mengakar disetiap aspek kehidupan karena tidak ada isteri muda penjabat yang minta dibeliin ini dan itu bila penjabatnya mayoritas adalah perempuan.
Selalu masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan yang tidak baik seperti ini. Saya pribadi dukung gerakan wanita untuk maju mewakili rakyat.
Mengapa topik tempe - tahu ini jadi pindah alur ke konsep berpolitik? saya sendiri juga bingung hee....hee....hee....
Wahai para wakil rakyat taat dan cintalah engkau kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
Selasa, 15 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar